Ujian Akhir
26/1/’14
Hari
ini adalah hari yang bikin aku sangat gugup. Benar saja, hari ini adalah pelaksanaan
ujian, penentuan apakah nantinya aku bakal lulus atau ga…
Pagi
ini semua sudah berbondong – bondong menuju lab computer karena ujian diadakan
Online. Termasuk juga oma yang udah nongkrong di depan gerbang lab, seolah –
olah hendak mendobrak pintu lab dengan kekuatan penuh. “Kayaknya penting
– ga penting dah kalau masih belajar saat garis mati seperti ini”, kataku..
sementara oma masih sibuk menganggu teman lain yang sedang baca buku dengan
bertanya ini itu. Hemmmm, tampaknya keinginannya untuk mendapatkan nilai
terbaik seIndonesia belum padam. Pengen nyiram aja rasanya, biar ga cuma padam,
tapi hangus berasap sekalian.
Dag.dig.dug.
tes gelombang pertama udah selesai, kini giliran tahap dua yang harus masuk
ruang eksekusi. Yang bikin heran adalah, mau diacak pake metode apapun, aku dan
Oma selalu jadi satu kelompok, dari setiap peer
teaching sampai ujian akhir ini. Tiba – tiba Oma menarik tanganku, lebih tepatnya
menyeret –nyeret. “Sini aja Hyung..”, katanya. Dia memilih bangku ujian deret
paling depan. Tapi aku merasa ada yang tidak beres, belum ada 2 menit aku
berfikir, tiba – tiba dia melanjutkan kata – katanya, “Tuh kan Hyung, teknisinya
cakep – cakep banget… bikin ga kuat”.
“Oh my
God.., saat genting kayak gini sempet – sempetnya dia melakukan ritualnya
itu…”, “Dasar Oma ganjen”, batinku.
Setelah
diberikan simulasi, tibalah saatnya mulai mengerjakan soal yang sesungguhnya.
Apa???!!! Perasaan tadi simulasinya cuma 1+1 = … waduw!!! Tapi kenapa soal
sebenarnya sangat berlebihan seperti ini, textnya..
ya ampun… mungkin LCD 30” juga ga bakal mampu menampung text sepanjang ini.
Gile..,
soalnya ada 60. Aku baru ngerjain sekitar 40 soal, waktunya tinggal 30 menit…
hmm… saatnya saling merecoki satu sama lain, lebih tepatnya, aku yang banyak
tanya ke Oma. Ha… kalau bisa sih sebenarnya aku pengen menyerahkan wewenang ini
saja, biar Oma mengerjakan dua computer. Wkwkk. Kehebohan kami di ruang ujian
itu tentu saja menyulut pengawas untuk mengatakan “Stttttt…..”. tapi itu tidak
membuat kami gentar. Ha…
Akhirnya
dengan sangat tiba – tiba computer sudah ngesave
pekerjaan kami, yang artinya waktu mengerjakan soal sudah selesai.
“Hyung,
kita harus berpura – pura terlihat wajar. Jangan sampai terlihat bermuram
durja. Biar teman – teman menyangka kalau kita bisa mengerjakan dengan baik.
Dan aku harus terlihat cantik”, katanya sambil mengangkat dagu. Sementara aku
masih lesu karena merasa tidak terlalu brilliant
dalam mengerjakan soal tadi.
………………….
29/1
’14 malam
Tara….
Hari penentuan kelulusan ujian tiba. Lebih tepatnya adalah pemilik akun
@dediberuang yang merebut komputerku dan memaksa membuka FB dengan akunnya itu,
katanya untuk melihat pengumuman kelulusan yang diunggah lewat FB. Waduh, benar
saja dalam hitungan detik semua berduyun – duyun ke kamarku. Wah, sekarang
kamarku terasa sesak penat layaknya kamar yang digrebek karena ada adegan
mesum. Ho…. Tapi yang bikin aku ga rela adalah, kegiatanku membaca berita
terbaru dari artis kesayanganku Cristina Aguilera jadi tertunda. Belum lagi ada
tawa girang lulus yang suaranya membahana.
Hoam…
anyway, thanks buat Oma untuk mau direcokin. Akhirnya kita berdua masuk dalam
daftar lulus.. dan buat yang belum lulus, fighting!