Friday, 31 January 2014

Catatan 7: Ujian Akhir



Ujian Akhir   
                                                                                         


26/1/’14
Hari ini adalah hari yang bikin aku sangat gugup. Benar saja, hari ini adalah pelaksanaan ujian, penentuan apakah nantinya aku bakal lulus atau ga…
Pagi ini semua sudah berbondong – bondong menuju lab computer karena ujian diadakan Online. Termasuk juga oma yang udah nongkrong di depan gerbang lab, seolah – olah hendak mendobrak pintu lab dengan kekuatan penuh. “Kayaknya penting – ga penting dah kalau masih belajar saat garis mati seperti ini”, kataku.. sementara oma masih sibuk menganggu teman lain yang sedang baca buku dengan bertanya ini itu. Hemmmm, tampaknya keinginannya untuk mendapatkan nilai terbaik seIndonesia belum padam. Pengen nyiram aja rasanya, biar ga cuma padam, tapi hangus berasap sekalian.

Dag.dig.dug. tes gelombang pertama udah selesai, kini giliran tahap dua yang harus masuk ruang eksekusi. Yang bikin heran adalah, mau diacak pake metode apapun, aku dan Oma selalu jadi satu kelompok, dari setiap peer teaching sampai ujian akhir ini. Tiba – tiba Oma menarik tanganku, lebih tepatnya menyeret –nyeret. “Sini aja Hyung..”, katanya. Dia memilih bangku ujian deret paling depan. Tapi aku merasa ada yang tidak beres, belum ada 2 menit aku berfikir, tiba – tiba dia melanjutkan kata – katanya, “Tuh kan Hyung, teknisinya cakep – cakep banget… bikin ga kuat”.
“Oh my God.., saat genting kayak gini sempet – sempetnya dia melakukan ritualnya itu…”, “Dasar Oma ganjen”, batinku.
Setelah diberikan simulasi, tibalah saatnya mulai mengerjakan soal yang sesungguhnya. Apa???!!! Perasaan tadi simulasinya cuma 1+1 = … waduw!!! Tapi kenapa soal sebenarnya sangat berlebihan seperti ini, textnya.. ya ampun… mungkin LCD 30” juga ga bakal mampu menampung text sepanjang ini.

Gile.., soalnya ada 60. Aku baru ngerjain sekitar 40 soal, waktunya tinggal 30 menit… hmm… saatnya saling merecoki satu sama lain, lebih tepatnya, aku yang banyak tanya ke Oma. Ha… kalau bisa sih sebenarnya aku pengen menyerahkan wewenang ini saja, biar Oma mengerjakan dua computer. Wkwkk. Kehebohan kami di ruang ujian itu tentu saja menyulut pengawas untuk mengatakan “Stttttt…..”. tapi itu tidak membuat kami gentar. Ha…
Akhirnya dengan sangat tiba – tiba computer sudah ngesave pekerjaan kami, yang artinya waktu mengerjakan soal sudah selesai.
“Hyung, kita harus berpura – pura terlihat wajar. Jangan sampai terlihat bermuram durja. Biar teman – teman menyangka kalau kita bisa mengerjakan dengan baik. Dan aku harus terlihat cantik”, katanya sambil mengangkat dagu. Sementara aku masih lesu karena merasa tidak terlalu brilliant dalam mengerjakan soal tadi.

………………….
29/1 ’14 malam
Tara…. Hari penentuan kelulusan ujian tiba. Lebih tepatnya adalah pemilik akun @dediberuang yang merebut komputerku dan memaksa membuka FB dengan akunnya itu, katanya untuk melihat pengumuman kelulusan yang diunggah lewat FB. Waduh, benar saja dalam hitungan detik semua berduyun – duyun ke kamarku. Wah, sekarang kamarku terasa sesak penat layaknya kamar yang digrebek karena ada adegan mesum. Ho…. Tapi yang bikin aku ga rela adalah, kegiatanku membaca berita terbaru dari artis kesayanganku Cristina Aguilera jadi tertunda. Belum lagi ada tawa girang lulus yang suaranya membahana.
Hoam… anyway, thanks buat Oma untuk mau direcokin. Akhirnya kita berdua masuk dalam daftar lulus.. dan buat yang belum lulus, fighting!