Friday, 1 August 2014

Catatan 8: Tamasya Unik

02082014/ 01.36 WIB
Sebenernya ini adalah cerita lebih dari separuh tahun lalu, tapi kayaknya belum terlalu busuk kalo diunggah sekarang. He....
Seperti yang udah aku ceritakan sebelumnya tentang proses pemilihan apapun yang akhirnya selalu membuat aku dan oma jadi satu kelompok. Tapi entah angin apa yang terjadi kala itu hingga dosen berfikiran untuk membagi kelas menjadi beberapa kelompok sekaligus memilih ketua untuk masing – masing kelompok. Dan jadilah untuk petama kalinya aku dan oma beda kelompok karena dosen sudah memilih kami menjadi ketua untuk kelompok yang berbeda. Anyway, hidup harus tetap berlanjut meskipun separuh ubanku rontok. Wkwkkk..
Dan akhirnya, inilah teman – teman satu kelompokku yang sangat menyenangkan dan unik sekaligus menjadi partner kerja selama beberapa bulan untuk praktik mengajar di sekolah.
Marilah kita korek satu – satu, ho...
1. Munji hardani, (jangan heran dengan foto ini, kadang – kadang wajahku emang berubah jadi aktor Tailand. Haha.....)

sebenernya aku ketua untuk kelompok ini. Tapi entah kenapa aku lebih suka membagi tugas dengan cara yang sangat aneh, yaitu diundi. Jadi, setiap kali ada tugas dari sekolah, misal ada guru yang ga berangkat dan musti gantiin ngajar ataupun sekedar memencet bel pergantian pelajaran, selalu kami lakukan dengan dengan cara MENGUNDI. Anyway, selama dengan mereka, aku adalah orang yang selalu memberikan banyak motifasi dan itu bukan karena aku orang bijak. Tapi karena saat itu aku sedang terpengaruh sama karakter @pengacara Kang di drama korea @God of study.

2. Novita Aprilia
Dia sering memanggil dirinya sendiri Nopek. Tapi aku lebih suka manggil dia lemak. Bukan tanpa alasan, tapi karena dia sangat menyukai gorengan dan memakannya hingga bertumpuk – tumpuk dengan alasan sedang diet dan ga mau makan nasi. Tapi hal yang paling bikin kami salut adalah, dia bisa tidur kapanpun dan di manapun. Ho..... 
(jangan tertipu dengan foto ini, karena dia sudah menggeliat – geliat dengan ekstrim agar terlihat langsing dan cantik saat di foto)

Dan dia adalah sosok yang sangat setia dengan kekasihnya, kisah cintanya bak telenovela dengan cerita yang sangat rumit dan fluktuatif serta sangat tidak bisa ditebak endingnya. Dan apapun topik pembicaran yang dia bahas, akhirnya akan selalu kembali pada Love Story miliknya.

3. Winelies Ima Andriana.
      

      (ini adalah foto sebelum kami berdesak – desakkan di metromini dan kucel.. ho.. jangan keliru ya, Mama Wine itu yang pake kerudung. Kalo yang pake batik coklat itu Eko. Haha..)

Semua bilang dia cantik. Sampai – sampai setiap kami pulang ngajar, sudah ada segerombolan karyawan kantor yang sengaja nongkrong di warteg dan ngledekin dia. Selain itu dia juga paling pintar di antara kami.  Atas dasar itulah, kami selalu berusaha agar dia  mengerjakan tugas lebih dulu. Tapi di balik itu semua, dia adalah sosok yang sangat keibuan. Selain paling cepat meneteskan air mata, dia adalah orang yang selalu mencuil -  cuil makanan alias membagi makanan dengan sangat adil. Heran, untuk satu biskuit saja dia bisa membagi dengan takaran yang sama untuk kami berlima, maka dari itu kami menyebutnya sebagai “mama”. Tapi dia akan sangat marah dan mencak – mencak kalo aku panggil mama kerut. Karena dia merasa tidak berkerut.

4. Fitri Melitasari
Dia adalah salah satu sosok yang memberi keberkahan padaku; karena badannya yang mungil, jadinya aku paling suka duduk dekat dia saat makan. Karena sudah dipastikan dia akan melempar semua makanan ke piringku setelah dia makan dua suap saja. Ha......

Pertandingan game “Angry Bird” antara Eko dan Nopek



Di asrama, fitri gak mau kalah melanjutkan “angry Bird”
Dan hal lain yang unik dari dia adalah, dia tahu berita – berita terhangat. Bukan hanya berita selebritis, tapi juga gosip yang lagi hangat di antara teman – teman. Jadilah dia tempat bertanya untuk mendapat info berita terkini dan kami menamainya sebagai tim kasak – kusuk.

5. Eko Yulianto
Kalau yang ini adalah orang yang sangat – sangat lembut. Selembut tepung tapioka.

Lihatlah betapa Eko dengan kelembutan hatinya menunggu Nopek yang melahap gorengan  kesukaannya

Dia adalah sosok yang harus dilindungi diantara kami. Selain berkulit putih seperti boneka manekin, dia juga orang yang paling rajin. Selalu mengerjakan tugas – tugas dengan sangat baik dan membuat kami tercengang. Contohnya adalah dengan telatennya dia membuat power point dengan hiasan kupu – kupu kecil yang bergerak. Dan aku pikir, dia takut panas matahari. &karena kebaikannya, kami memanggilnya “peri”. Ho...

 Sekarang aku mau ceritakan hal – hal heboh apa saja yang selalu kami lakukan:
1. Kami mengadakan ritual menabung dua ribu rupiah setiap hari dan mama wine bertugas menyimpannya. Setelah terkumpul, biasanya kami gunakan untuk makan bersama, makanan yang sebenarnya tidak cocok dilidah kami yang ujung – ujungnya ga habis dimakan. Misal mie ramen, spageti, dll. Cita – cita kami yang belum terwujud adalah makan pizza bareng, karena uang tabungan kami di mama selalu kurang. Wkkk.

2. Warteg. Itu adalah resto sejuta umat, termasuk untuk kami. Tapi yang unik adalah, kami selalu berusaha untuk mendapatkan harga paling murah tiap kali beli makanan di warteg kesayangan kami itu yang kami beri nama warteg pink. Kami selalu mati – matian berusaha mendapatkan diskon entah apapun caranya; apakah dengan membeli nasi dengan porsi setengah, seperempat ataupun sebutir nasi saja. Tapi untuk hal ini, Fitri selalu menang dengan mendapatkan harga termurah karena dia ga perlu beli banyak makanan untuk tubuh mungilnya. Tapi ga selalu begitu, Fitri dan Eko adalah dua kandidat yang selalu bersaing mendapatkan harga paling murah. Mungkin penjaga warteg terpesona dengan kelembutan Eko.

3. Panen buah. Di depan asrama kami, ada pohon yang entah apa namanya yang mempunyai buah yang kecil – kecil dan sangat manis. Ritual kami sebelum berangkat mengajar adalah memanen buah – buah itu (mungkin sebagai sarapan pagi. wkwkkk). Mungkin dua pohon itu sangat tersiksa karena kami selalu merontokkan buah – buahnya tiap pagi.


Kehebohan memanen buah tiap pagi. Berlomba melonjak – lonjak.


Adegan yang tidak perlu ditiru: Nopek dan mama Wine sedang merampok asrama – memanen buah.

4. Belajar VS makan. Mungkin di mata kelompok lain, kami adalah kelompok yang sangat rajin. Tapi tahukah anda tentang kebusukan apa saja yang terjadi di dalamnya? Haha... setiap kami berkumpul, hal pertama yang kami bahas bukan tugas kelompok. Tapi makanan!. Ya, selalu saja ada di antara kami yang belum makan dan dilanda kelaparan. Yang hasilnya adalah, berkelompok selama 3 jam dipotong makan, dengerin curhatnya Nopek dan nungguin dia foto – foto narsis sampai lelah, dengerin berita terkini dari Fitri, ditambah lagi Eko dan Mama yang sibuk download lirik lagu dari manca sampai keroncong, yang akhirnya selalu berujung pada pemaksaan koor masal lagunya Raysa – Arti Menunggu. Kalau ritual – ritual itu udah terlaksana, barulah kami bisa mengerjakan tugas dengan tenang dan singkat. Kenapa singkat? Karena setengah jam kemudian satu – satu dari kami mulai menguap dan meletakkan kepala di meja alias molor.


Mama wine& fitri menghabiskan 1 toples kerupuk..


5. Taxi murah. Ga tahu ya apakah sopirnya muak atau muntah. Tapi yang jelas kami naik 1 taxi untuk berlima dan jarak asrama ke sekolah juga dekat. Walhasil, kami bisa bayar taxi dengan harga murah.
Tapi sebenernya kami paling suka naik metro mini, karena para pengamennya itu benar – benar memacu andrenalin, seperti Nopek yang pernah dimarahin pengamen gara – gara ga ngasih uang. Hhaha..., itu kan keren.
Kami juga suka sekali pergi berduyun – duyun seperti rombongan pengungsi hanya untuk membeli satu barang saja bahkan kadang tidak membeli apapaun. Haha... salah satunya, kami pernah ramai – ramai ke pasar Senen hanya untuk makan mie ayam pinggir jalan dan minum air putih yang kami bawa sendiri dengan botol minum kebanggaan kami masing - masing. Karena kesederhanaan inilah, kami layak mendapat predikat Keluarga Cemara. Wkwkk. 

Menunggu mie ayam murah meriah depan pasar Senen


Hari Sabtu pagi itu,  kami sudah siap – siap dengan pakaian rapih. Sebenernya setiap sabtu pagi kami memang mempunyai tugas melatih PBB di sekolah, tapi kebetulan Sabtu itu ekskul libur. Namun begitu kami tetap ingin keluar asrama pagi – pagi, selain karena ingin refreshing kami juga lagi males ikut senam. Haha.... dan mutlak, pagi itu kami menipu penjaga asrama dengan mengatakan mau mengajar ekskul PBB di sekolah. Itu karena kami tidak mau piknik kami pagi itu gagal. Semalaman suntuk secara mengendap – ngendap dan suara mendesah – desah, eh... maksudnya suara pelan, kami telah melakukan rapat darurat membahas piknik itu. Dari daftar Menara Eifel Paris, Taj Mahal India, Tembok Besar China dan tempat wisata lain di dunia, akhirnya malam itu diputuskan bahwa besok paginya kami akan piknik ke suatu tempat yang fenomenal yaitu Ragunan yang murah – meriah. Wkwkk....
Setelah berhasil lolos keluar asrama, seperti biasa hal pertama yang kami cari adalah ‘makanan’ buat bekal piknik. Walaupun ini hari spesial karena kami mau berwisata, tapi isi kantong tidak ikut spesial, jadinya kami menuju warteg Pink langganan kami. Setelah menggunakan berbagai metode untuk mendapatkan makanan yang banyak dan murah, kami siap berangkat......
Turun dari bus trans Jakarta, kami menuju loket karcis. Dengan kekuatan penuh kami berlima mendapatkan tempat yang strategis. Dan kahirnya, tibalah kami di pintu masuk Ragunan. Ternyata tidak salah kami memilih tempat ini, selain banyak penjual gorengan kesukaannya Nopek dengan harga super murah, Ragunan juga sangat sejuk. Jarang di Jakarta ada tempat yang ga panas. He....
Ye.....,, kami masuk layaknya pengunjung lain. Kayaknya ga ada yang tahu kalau sebenarnya kami adalah wisatawan paling miskin. Haha... hal pertama yang kami lakukan adalah foto – foto. Kami berfoto dengan berbagai pose yang tidak wajar menggunakan I-pad baru miliknya Fitri. Asek!. Dan perutpun kruwes- kruwes, saatnya kami buka bekal fantastis yang kami bawa yaitu nasi RAMES. Sebenernya dalam hati heran juga, ini mau piknik apa pindah tempat makan doang. Ga di asrama ga plesiran, menunya tetep sama. Haha....
Setelah mengisi perut dengan kenyangnya, inilah kegiatan positif yang kami lakukan yaitu tanya jawab soal – soal CPNS. Dan skor tertinggi kayaknya Wine dan Eko karena mereka paling banyak jawab soal dengan benar. Kegiatan belajar itu kami lakukan dengan nomaden, di deket Kudanil yang nyengir, di kandang kuda Zebra yang tiba – tiba buang kotoran dan itu bikin kami pindah lagi, selonjoran di atas rumput, dan tempat – tempat lain. Dan akhirnya kami sampai di depan pantat gajah, tak lupa kami berpose dengan manisnya. Kemudian kami berlanjut ke hewan kijang. Di sebelah kami ada keluarga kecil yang memberi makan kijang – kijang itu dengan roti tawar. Tami kami hanya mampu memancing kijang – kijang itu dengan plastik bekas agar mau mendekat dan diajak foto. Mungkin karena merasa tertipu, kijang – kijang itu akhirnya kabur juga.
Setelah melewati aneka macam Burung dan Simpanse, kami udah merasa puas walaupun sebenarnya banyak hewan yang kandangnya ditutup, mungkin hewan – hewannya lagi sakit magh gara  - gara makan plastik bekas :D.

Sedikit memalukan dan malu – malu. Tapi memang makan rames itu mengasyikan. 

Puasnya...,, piknik murah meriah dan menyenangkan. Ternyata kedekatan hubungan kami dengan warteg Pink sudah sanyat mendarah daging hingga pulang dari Ragunanpun, kami masih sempat mampir lagi untuk beli makan siang. Wow! Dan pelayan warteg itu ga percaya kalau kami habis berTAMASYA. Haha... gimana orang mau percaya. Aku sendiri aja ga percaya dengan yang terjadi. Piknik kok bawa bekal rames. :D

Akhirnya sekarang usai sudah tugas kami mengajar satu semester di SMPN 47 Jakarta. Banyak suka, banyak duka dan banyak makan. :D
Terimakasih telah menjadi keluarga Einstein.



Friday, 31 January 2014

Catatan 7: Ujian Akhir



Ujian Akhir   
                                                                                         


26/1/’14
Hari ini adalah hari yang bikin aku sangat gugup. Benar saja, hari ini adalah pelaksanaan ujian, penentuan apakah nantinya aku bakal lulus atau ga…
Pagi ini semua sudah berbondong – bondong menuju lab computer karena ujian diadakan Online. Termasuk juga oma yang udah nongkrong di depan gerbang lab, seolah – olah hendak mendobrak pintu lab dengan kekuatan penuh. “Kayaknya penting – ga penting dah kalau masih belajar saat garis mati seperti ini”, kataku.. sementara oma masih sibuk menganggu teman lain yang sedang baca buku dengan bertanya ini itu. Hemmmm, tampaknya keinginannya untuk mendapatkan nilai terbaik seIndonesia belum padam. Pengen nyiram aja rasanya, biar ga cuma padam, tapi hangus berasap sekalian.

Dag.dig.dug. tes gelombang pertama udah selesai, kini giliran tahap dua yang harus masuk ruang eksekusi. Yang bikin heran adalah, mau diacak pake metode apapun, aku dan Oma selalu jadi satu kelompok, dari setiap peer teaching sampai ujian akhir ini. Tiba – tiba Oma menarik tanganku, lebih tepatnya menyeret –nyeret. “Sini aja Hyung..”, katanya. Dia memilih bangku ujian deret paling depan. Tapi aku merasa ada yang tidak beres, belum ada 2 menit aku berfikir, tiba – tiba dia melanjutkan kata – katanya, “Tuh kan Hyung, teknisinya cakep – cakep banget… bikin ga kuat”.
“Oh my God.., saat genting kayak gini sempet – sempetnya dia melakukan ritualnya itu…”, “Dasar Oma ganjen”, batinku.
Setelah diberikan simulasi, tibalah saatnya mulai mengerjakan soal yang sesungguhnya. Apa???!!! Perasaan tadi simulasinya cuma 1+1 = … waduw!!! Tapi kenapa soal sebenarnya sangat berlebihan seperti ini, textnya.. ya ampun… mungkin LCD 30” juga ga bakal mampu menampung text sepanjang ini.

Gile.., soalnya ada 60. Aku baru ngerjain sekitar 40 soal, waktunya tinggal 30 menit… hmm… saatnya saling merecoki satu sama lain, lebih tepatnya, aku yang banyak tanya ke Oma. Ha… kalau bisa sih sebenarnya aku pengen menyerahkan wewenang ini saja, biar Oma mengerjakan dua computer. Wkwkk. Kehebohan kami di ruang ujian itu tentu saja menyulut pengawas untuk mengatakan “Stttttt…..”. tapi itu tidak membuat kami gentar. Ha…
Akhirnya dengan sangat tiba – tiba computer sudah ngesave pekerjaan kami, yang artinya waktu mengerjakan soal sudah selesai.
“Hyung, kita harus berpura – pura terlihat wajar. Jangan sampai terlihat bermuram durja. Biar teman – teman menyangka kalau kita bisa mengerjakan dengan baik. Dan aku harus terlihat cantik”, katanya sambil mengangkat dagu. Sementara aku masih lesu karena merasa tidak terlalu brilliant dalam mengerjakan soal tadi.

………………….
29/1 ’14 malam
Tara…. Hari penentuan kelulusan ujian tiba. Lebih tepatnya adalah pemilik akun @dediberuang yang merebut komputerku dan memaksa membuka FB dengan akunnya itu, katanya untuk melihat pengumuman kelulusan yang diunggah lewat FB. Waduh, benar saja dalam hitungan detik semua berduyun – duyun ke kamarku. Wah, sekarang kamarku terasa sesak penat layaknya kamar yang digrebek karena ada adegan mesum. Ho…. Tapi yang bikin aku ga rela adalah, kegiatanku membaca berita terbaru dari artis kesayanganku Cristina Aguilera jadi tertunda. Belum lagi ada tawa girang lulus yang suaranya membahana.
Hoam… anyway, thanks buat Oma untuk mau direcokin. Akhirnya kita berdua masuk dalam daftar lulus.. dan buat yang belum lulus, fighting!