Thursday, 11 July 2013

Catatan 1: Stadion VS Jambu Air


Minggu setelah makan siang aku putuskan buat jalan – jalan muter stadion olah raga, kenapa? Itu karena tidak punya cukup banyak uang buat jalan – jalan keluar. Jadi, muter-muter stadion deket  asrama adalah jalan terbaik. Ha….
Seperti biasa, ada sahabat setiaku Si @nenisuperneni, yang biasa aku panggil Oma. Aku kenalin dulu deh… nih dia pic’nya. Oma yang tengah. He… tapi dulu si Oma belum pakai behel.

Okay, lanjut ke cerita di stadion. Nah, karena Oma merasa sebagai wanita berkelas (kelas kakap mungkin) jadi dia sangat menjaga penampilan terutama kulitnya. Jadilah dia siang itu membawa payung karena takut hitam. Ha…

Akhirnya, setelah sampai di dalam stadion, kami mencari tempat yang PW buat duduk. Tapi agaknya kali ini stadion lebih kotor dari biasanya. Wuih, ternyata habis dipakai buat pertandingan lari. Setelah mencari tempat duduk yang paling bersih (merasa jadi manusia paling higienis), ketemulah tempat yang cocok. Setelah memandang langit yang putih panas dan ngobrol gak jelas. Terlontarlah kalimat dari mulut si Oma, “wah, panas- panas gini enaknya makan buah. Ada gak sih, penjual buah yang murah gitu apa yang gratis gitu…..”. (Heran deh, ngobrol apapun pasti ujung-ujungnya bermuara ke makanan. Maklum kami berdua sangat mencintai makanan dan uang. Ha….*&%)

Gak mau kalah dong, aku jawab dengan sangat menggebu – gebu sambil berdiri, “iya, bagaimana kalau kita pergi ke pasar?”. Nah, pas lagi mau berdiri itu, kakiku nendang sesuatu. Wao……….. ternyata sebuah bungkusan kresek hitam. Dengan penuh penasaran, kami berdua membukanya. Ajaib, ternyata isinya jambu air yang besar – besar dan berwarna merah, sangat menggoda lidah. Kayaknya sih sisa dari orang yang nonton pertandingan lari tadi. Hmm… Di makan gak ya… Batinku bergejolak hebat antara sangat ingin memakannya di siang yang panas dan takut ada yang liat. Oma bilang, “ini bersih gak sih Hyung….?”. Trus aku jawab sambil tengok kanan - kiri, “Oma, ini kan sisa orang… masa mau dimakan”. Aku jawab sambil ngambil satu dan memakannya. Ha….. namun si Oma masih agak gengsi, “ya ampun Hyung…, ini kan kotor”. Dia mengambil satu jambu kemudian membasuhnya dari si Pepi (botol minum warna grey, kami memberinya nama Pepi). Jadilah akhirnya kami memakan jambu air yang enak itu, yang entah itu sisa milik siapa. Kemudian kami jalan – jalan di sekitar luar stadion sambil membawa satu kresek jambu bekas. Ha…..

Yes, jalan – jalan termurah yang pernah aku alami. Ha…..

No comments:

Post a Comment