Minggu setelah
makan siang aku putuskan buat jalan – jalan muter
stadion olah raga, kenapa? Itu karena tidak punya cukup banyak uang buat jalan –
jalan keluar. Jadi, muter-muter stadion deket asrama adalah jalan terbaik. Ha….
Seperti biasa,
ada sahabat setiaku Si @nenisuperneni, yang biasa aku panggil Oma. Aku kenalin
dulu deh… nih dia pic’nya. Oma yang tengah. He… tapi dulu si Oma belum pakai
behel.
Okay, lanjut ke
cerita di stadion. Nah, karena Oma merasa sebagai wanita berkelas (kelas kakap
mungkin) jadi dia sangat menjaga penampilan terutama kulitnya. Jadilah dia
siang itu membawa payung karena takut hitam. Ha…
Akhirnya,
setelah sampai di dalam stadion, kami mencari tempat yang PW buat duduk. Tapi agaknya kali ini stadion lebih kotor dari
biasanya. Wuih, ternyata habis dipakai buat pertandingan lari. Setelah mencari
tempat duduk yang paling bersih (merasa jadi manusia paling higienis),
ketemulah tempat yang cocok. Setelah memandang langit yang putih panas dan
ngobrol gak jelas. Terlontarlah kalimat dari mulut si Oma, “wah, panas- panas
gini enaknya makan buah. Ada gak sih, penjual buah yang murah gitu apa yang
gratis gitu…..”. (Heran deh, ngobrol apapun pasti ujung-ujungnya bermuara ke
makanan. Maklum kami berdua sangat mencintai makanan dan uang. Ha….*&%)
Gak mau kalah
dong, aku jawab dengan sangat menggebu – gebu sambil berdiri, “iya, bagaimana
kalau kita pergi ke pasar?”. Nah, pas lagi mau berdiri itu, kakiku nendang
sesuatu. Wao……….. ternyata sebuah bungkusan kresek hitam. Dengan penuh
penasaran, kami berdua membukanya. Ajaib, ternyata isinya jambu air yang besar
– besar dan berwarna merah, sangat menggoda lidah. Kayaknya sih sisa dari orang
yang nonton pertandingan lari tadi. Hmm… Di makan gak ya… Batinku bergejolak
hebat antara sangat ingin memakannya di siang yang panas dan takut ada yang
liat. Oma bilang, “ini bersih gak sih Hyung….?”. Trus aku jawab sambil tengok
kanan - kiri, “Oma, ini kan sisa orang… masa mau dimakan”. Aku jawab sambil
ngambil satu dan memakannya. Ha….. namun si Oma masih agak gengsi, “ya ampun
Hyung…, ini kan kotor”. Dia mengambil satu jambu kemudian membasuhnya dari si
Pepi (botol minum warna grey, kami
memberinya nama Pepi). Jadilah akhirnya kami memakan jambu air yang enak itu,
yang entah itu sisa milik siapa. Kemudian kami jalan – jalan di sekitar luar
stadion sambil membawa satu kresek jambu bekas. Ha…..
Yes, jalan –
jalan termurah yang pernah aku alami. Ha…..
No comments:
Post a Comment